Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Asinan Mentimun

Mengetahui bahan-bahan apa saja yang harus disediakan dalam pembuatan asinan mentimun : sangat penting karena kekurangan salah satu bahan akan mempengaruhi kualitas asinan yang dibuat. 

Bahan-bahan yang harus disediakan adalah sebagai berikut.

1. Mentimun

Mentimun yang dipilih sebaiknya mentimun yang masih muda, yang bisa dicirikan dengan melihat bijinya yang berukuran kecii dan belum keras.

Buah mentimun
Buah mentimun

Dalam memilih mentimun juga harus diambil mentimun yang utuh atau tidak rusak. Karena mentimun yang baik akan menghasilkan asinan yang baik juga.

Banyaknya mentimun yang akan digunakan harus diperhitungkan dengan alat/wadah yang ada dan banyaknya bahan yang lain.

2. Garam Dapur

Menyediakan garam dapur tidak terlalu sulit karena bahan ini setiap hari diperlukan sebagai bumbu masak oleh ibu ibu di dapur.

Garam dapur digunakan karena bisa menyebabkan mentimun kekerasannya tidak terlalu berubah, walaupun disimpan beberapa hari. Garam dapur juga bisa mencegah supaya mentimun yang di asin tidak busuk atau lembek.

3. Gula Pasir

Seperti juga garam dapur, gula pasir biasa kita gunakan setiap hari, misalnya membuat minuman kopi. 

Gula pasir
Gula pasir

Gula pasir dalam pembuatan asinan diperlukan agar rasa mentimun tidak terlalu berubah.

4. Air

Air yang digunakan adalah air bersih yang Air yang biasa dipakai untuk minum sehari-hari. Sumber air tersebut bisa dari pompa, sumur, ledeng atau langsung dari mata air.

Air dan sumbernya
Air dan sumbernya

Air diperlukan untuk merendam mentimun, yaitu rendaman yang telah diberi campuran garam dapur dan gula pasir, yang sebelumnya dimasak dulu.

Syarat Yang Diperlukan Untuk Membuat Asinan Mentimun

Seperti kita ketahui bila mentimun atau sayuran lain disimpan terlalu lama akan busuk atau lembek. Mentimun yang busuk atau lembek tersebut, tentu saja rasanya sudah tidak enak lagi kalau dimakan. Agar mentimun dapat disimpan lama rasanya tetap enak, salah satu upaya yang dapat kita lakukan ialah dengan cara membuat asinan.

Agar pembuatan asinan mentimun dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi. Persyaratan tersebut, antara lain sebagai berikut:

Wadah-wadah harus bersih
Wadah-wadah harus bersih

1. Semua wadah yang akan dipakai dalam pembuatan asinan mentimun harus bersih. Dengan kata lain, tidak ada kotoran atau noda yang menempel pada wadah karena akan mengganggu keberhasilan pembuatan asinan mentimun.

Mentimun yang masih muda
Mentimun yang masih muda

2. Mentimun yang akan dibuat asinan bukan mentimun yang sudah tua atau sudah masak. Karena mentimun yang sudah tua kulitnya terlalu keras sehingga sukar menyerap air garam.

Peralatan Yang di Perlukan Untuk Pembuatan Susu Kedelai

Alat yang diperlukan untuk membuat susu kedelai mudah kita dapatkan di sekitar kita dengan harga yang tidak begitu mahal. Peralatan tersebut sebagai berikut.

1. Gilingan atau Blender


Gilingan digunakan sebagai penghancur kedelai setelah kedelai kita rendam. Pada alat Itu terdapat dua buah lempengan batu, yaitu satu sisi berputar dan satu sisi yang lain tetap dalam keadaan diam. Dengan mengatur jarak dua buah lempengan tadi, kedelai yang kita lewatkan akan tergilas dan hancur. 

Sebagai penggerak alat ini dapat digunakan tenaga manusia, tenaga diesel, atau tenaga listrik. Hal itu bergantung pada bentuk alat yang digunakan. Untuk skala rumah tangga atau ukuran produksi yang kecil, kita dapat menggunakan blender yang sering dijumpai di toko atau warung sebagai penghancur buah untuk pembuatan jus es. 

Peralatan
Peralatan

Alat ini tentu dapat kita beli dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan perkakas penggiling kedelai untuk pembuatan tahu.

2. Panci Aluminium


Alat ini digunakan untuk merendam kedelai sebelum digiling. Selain itu, untuk menampung hasil gilingan kedelai, merebus hasil gilingan, dan menampung susu kedelai setelah proses penyaringan. Besar kecilnya panci yang akan digunakan bergantung pada berapa banyak produksi susu kedelai yang akan dihasilkan.

3. Kompor atau Tungku Pembakaran


Untuk menggodok bubur kedelai itu dibutuhkan kompor atau tungku. Cara yang masih tradisional adalah menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu. Karena kayu sudah semakin sulit didapat maka dapat digunakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah. Sebaiknya, kita . menggunakan kompor model bertekanan (kompor semawar) karena susu kedelai yang dipanaskan banyak dan pemanasannya pun akan berjalan lebih cepat.

4. Kain Belacu atau Mori Kasar


Kain itu digunakan untuk menyaring bubur kedelai setelah dipanaskan. Dengan menggunakan kain belacu itu, akan lebih mudah memeras bubur kedelai karena kain itu cukup kuat, dan susu kedelai yang dihasilkan pun tidak tercampur dengan ampas kedelai.

5. Sangkar Bambu sebagai Tempat penyaringan


Untuk menyaring, kain belacu diletakkan di atas sangkar bambu sebagai penyangga): penahan. Sangkar bambu itu harus lebih besar daripada mulut panci penampang susu kedelai agar dapat menahan beban bubur kedelai yang kita saring.

6. Alat-alat Bantu Lain 


Alat-alat bantu yang dimaksud, antara lain gayung, pengaduk dari kayu, ember untuk mengambil air, juga alat pembersih dan lingkungan kerja.

Bahan Yang Digunakan Untuk Pembuatan Susu Kedelai

Untuk membuat susu kedelai, bahanbahan yang digunakan mudah didapatkan di sekitar kita dengan harga yang terjangkau. Bahan baku atau bahan dasarnya adalah kacang kedelai. Ada berbagai macam jenis kacang kedelai yang dapat kita jumpai di pasar di antaranya kedelai hitam, kedelai kuning, dan kedelai putih. 

Untuk membuat susu kedelai ini, sebaiknya kita pilih kedelai putih agar susu kedelai yang akan dihasilkan mempunyai warna yang menarik. Dalam memilih bahan dasar, kita harus memilih bahan kedelai yang bermutu baik yang ditandai dengan biji yang bersih, besar (seragam), utuh, biji tua (tidak berkeriput), serta tidak terdapat banyak kotoran seperti kerikil atau ranting. Jika kita memakai kedelai bermutu rendah, susu kedelai yang dihasilkan lebih sedikit isinya, serta tidak seenak susu kedelai yang kita harapkan.

Nikmat dan Bergizi
Nikmat dan Bergizi

Keistimewaannya adalah susu kedelai mengandung banyak protein, lemak, dan zat lan yang mendekati gizi susu hewani sehingga dapat digunakan sebagai pengganti susu hewani. Kandungan utama dari kacang kedelai adalah protein, lemak, dan karbohidrat, tetapi yang terpenting adalah protein dan lemak. 

Sebagai bahan tambahan, tetapi amat penting adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk merendam, mencuci, melarutkan, dan mengencerkan susu/sari kedelai. Air bersih ini mutlak diperlukan agar susu kedelai yang akan dihasilkan tidak menimbulkan penyakit, bebas dari kuman dan menghasilkan warna yang menarik. Selain air, bahan tambahan yang lain, yaitu gula yang berfungsi menambah cita rasa atau memberikan rasa manis pada susu kedelai yang dihasilkan. 

Gula yang kita gunakan juga harus dalam keadaan bersih. Demikian juga, esens (biang) digunakan untuk memberikan rasa serta aroma yang baik, seperti aroma kopi, aroma cokelat, stroberi, dan lain-lain menurut selera. Jika esens yang digunakan juga mengandung pewarna, kita tidak perlu menambahkan pewarna namun bila esens tersebut tidak berwarna, kita perlu menambahkan pewarna sesuai dengan rasa susu kedelai yang kita buat.

Susu Kedelai dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Susu kedelai ialah minuman yang sungguh menyehatkan, hal ini belum banyak disadari orang. Susu kedelai menyehatkan karena banyak mengandung zat yang sungguhsungguh diperlukan untuk pertumbuhan badan.

Keadaan kurang gizi masih merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh negara-negara berkembang. Keadaan kurang gizi ini terutama disebabkan oleh kekurangan protein dan kalori pada anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita). Dalam usaha perbaikan gizi keluarga, protein dianggap penting.

Sumber protein dapat diperoleh dari bahan nabati dan hewani. Akan tetapi, protein yang berasal dari bahan hewani harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan protein yang berasal dari bahan nabati. Salah satu sumber protein nabati yang penting, antara lain adalah kacang kedelai. Kacang kedelai mempunyai nilai gizi yang .tinggi kerena mengandung protein, lemak, dan zat lainnya.

Zat yang diperlukan tubuh kita ada enam macam, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Zat-zat itu terdapat pada berbagai macam makanan. Perbandingan dan banyaknya dalam setiap makanan berbedabeda bergantung pada jenis makanannya, ada yang mengandung banyak lemak dan ada yang sedikit kandungan proteinnya. Misalnya, protein banyak didapatkan dalam telur, daging, ikan, susu sapi, kacang-kacangan, dan buncis. Protein adalah zat putih telur yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan badan dan untuk mengganti bagian-bagian tubuh yang rusak jika kulit mengelupas, protein yang akan menumbuhkannya kembali.

Susu Kedelai dan Manfaatnya Bagi Manusia
Makanan yang banyak mengandung protein

Karbohidrat adalah zat tepung dan zat gula, seperti beras, jagung, umbi, Pisang, dan kentang. Karbohidrat berguna untuk membuat dan menjaga supaya badan kita selalu tetap suhunya (tetap panasnya), yaitu rata-rata 36'C bila badan dalam keadaan sehat. Karena adanya panas itu maka tumbuhlah tenaga dan kekuatan, yaitu energi untuk dapat bergerak, berbuat, dan bekerja. Orang yang setiap hari bekerja keras dan giat bekerja bila kekurangan karbohidrat, tenaganya akan cepat habis sehingga cepat merasa lelah, lemas, lesu dan kurang bersemangat. Itulah peranan karbohidrat bagi manusia.

Makanan yang banyak mengandung karbohidrat
Makanan yang banyak mengandung karbohidrat

Lemak juga memberikan panas dan energi pada badan manusia sehingga manusia dan hewan menyimpan lemak dalam tubuhnya. Bila tidak ada makanan, tubuh kita mendapat tenaga atau energi dari lemak yang disimpan dalam tubuh. Jadi, lemak dalam badan merupakan cadangan makanan untuk memperoleh energi. Sumber lemak/minyak terdapat pada makanan, seperti air susu, daging, mentega/margarin, buah, atau biji-biji tumbuhan.

Makanan yang banyak mengandung lemak
Makanan yang banyak mengandung lemak

Jadi, makanan yang sehat dan bergizi itu harus banyak mengandung protein karbohidrat, dan lemak serta lebih baik lagi bila mengandung vitamin dan mineral.

Tapioka dan Pemanfaatannya Untuk Industri Bisnis

Tapioka atau dikenal juga degan nama pati atau aci sampeu bukan merupakan bahan yang asing lagi. Manfaat tapioka ini banyak sekali. Hasilnya dapat dijumpai di sekitar kita. salah satu produk yang tidak lepas dari penggunaan tapioka adalah proses pengolahan atau pembuatan kerupuk.

Kerupuk hampir selalu menggunakan tapioka sebagai bahan bakunya. Hal ini disebabkan tapioka mempunyai kemampuan untuk mekar yang baik. Disampimg kerupuk, ada beberapa produk lain yang menggunakan tapioka sebagai bahan dasarnya. Produk itu,antara lain lem, tekstil, kertas, dan sirup fruktosa.

Tapioka dan Pemanfaatannya


Pembuatan lem membutuhkan tapioka karena tapioka mempunyai daya rekat yang cukup tinggi. Demikian pula dalam pembuatan kertas sangat dibutuhkan tapioka sebagai bahan perekatnya. Pada pembuatan sirup fruktosa, tapioka merupakan bahan dasarnya. Karena, tapioka jika diproses dengan cara tertentu (hidrolisis), akan dapat menghasilkan gula atau sirup yang mempunyai rasa manis.

Produk olahan yang menggunakan tapioka
Produk olahan yang menggunakan tapioka

Tapioka sangat diperlukan oleh sebagian besar masyarakat maupun industri. Di beberapa daerah didirikan pabrik tapioka. Usaha produksi tapioka akan lebih mudah karena bahan dasarnya, ketela poho, mudah di dapat dan harganya pun murah. Proses pembuatan tapioka ini tidak harus dilakukan oleh perusahaan atau pabrik yang besar. Produk itu dapat dibuat secara sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja dengan biaya yang tidak terlalu besar.

Industri yang mengolah ketela pohon menjadi tapioka dalam skala yang sangat besar, prosesnya memang lebih teliti, bagus, serta terjamin kualitasnya (mutunya). Industri kecil mengolah ketela pohon menjadi tapioka dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Akan tetapi, hasil pengolahannya dari industri kecil mempunyai mutu yang tidak jauh berbeda dengan mutu atau kualitas dari pabrik.

Industri-industri besar yang menggunakan tapioka sebagai bahan dasarnya, seperti industri farmasi dan industri sirup biasanya menggunakan tapioka buatan pabrik tapioka yang besar. 

Masyarakat umum biasanya menggunakan tapioka yang dibuat oleh industri kecil tapioka. Hal itu disebabkan harganya lebih ringan, sedangkan mutunya tidak jauh berbeda. Beberapa industri kecil, seperti industri kerupuk, biasanya mengambil bahan dasarnya (tapioka) dari industri kecil tapioka.

A. Keuntungan-Keuntungan Usaha Industri Kecil Tapioka


Industri kecil tapioka sangat menguntungkan karena menjadi sebagai salah satu usaha keluarga atau suatu kelompok. Beberapa keuntungan dari usaha produksi tapioka, adalah sebagai berikut.

1) Kebutuhan industri pamakai tapioka biasanya memerlukan secara terus menerus.
2) Nilai tambah dan keuntungan dari membuat tapioka lebih tinggi daripada dijual dalam bentuk singkong mentah atau gaplek atau tepung singkong.
3) Bahan baku dan bahan bantu serta peralatan mudah didapat dengan harga yang relatif murah (terjangkau)
4) Pemasarannya relatif lebih mudah dan hampir setiap masyarakat membutuhkannya.
5) Dapat disimpan lebih lama sehingga dapat dijual ke daerah lain.

B. Persyaratan yang Perlu Bagi Industri Kecil Tapioka


Industri kecil tapioka dapat terlaksana dengan baik dan lebih menguntungkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut.

1) Dilakukan di daerah penghasil ketela pohon agar bahan dasarnya mudah di dapatkan.
2) Di daerah tersebut terdapat industri pendukung yang banyak menggunakan tapioka, misalnya industri kerupuk dan keripik.
3) Mudah mendapatkan air sebagai bahan bantu utama dalam proses pembuatan tapioka.
4) Tersedia alat-alat dengan mudah untuk membantu mempercepat proses pengolahan.
5) Adanya kemauan dalam berusaha bagi pengelolanya.
6) Mempunyai tempat penjemuran yang memadai.

Beberapa persyaratan di atas memanglah tidak mutlak. Akan tetapi, jika persyaratan tersebut dipenuhi, kemungkinan besar keberhasilan usaha industri kecil tapioka akan tercapai dengan baik.

C. Peralatan yang Digunakan


Peralatan yang diperlukan dalam usaha industri kecil tapioka adalah sebagai berikut.

1. Parut

 
Parut berfungsi sebagai alat untuk memarut ketela pohon. Parut yang digunakan berupa parut tangan, atau parut berputar yang digerakkan dengan tenaga kaki atau listrik (diesel)

2. Bak Pencuci


Bak pencuci berfungsi sebagai tempat untuk mencuci ketela pohon setelah dikupas: Selain itu, bak pencuci berfungsi untuk merendam ketela pohon sebelum diparut. Dengan tujuan tidak terjadi perubahan warna yang tidak diinginkan. Bak pencuci dapat dibuat dari beton atau bata yang disemen atau dari kayu. Yang sederhana lagi menggunakan ember yang besar.

Bak pencuci dari kayu
Bak pencuci dari kayu

3. Bak Pengendapan


Bak pengendapan berfungsi sebagai tempat mengendapkan larutan pasti atau susu pati sehingga mudah dipisahkan dari air pengencernya. Seperti juga bak pencuci, bak pegendapan dapat dibuat dari beton atau bata yang disemen atau dari kayu. Lebih bagus dan efisien lagi apabila bak pengendapan ini terbuat dari beton yang bersifat permanen.

Bak pengendapan
Bak pengendapan

4. Pisau


Pisau berfungsi untuk mengupas kulit ketela pohon. Selain itu, dapat juga digunakan alat yang lain untuk mempercepat pengupasan kulit ketela pohon, yaitu dengan menggunakan peralatan mesin.

5. Kain Saring


Kain saring berfungsi sebagai penyaring sari dari ketela pohon atau untuk memisahkan antara ampas ketela dan larutan sarinya.

6. Bilik Bambu, Kepang, atau Anyaman Bambu


Bilik bambu, kepang, atau anyaman bambu berfungsi sebagai tempat untuk menjemur pati yang dihasilkan dari proses pengendapan larutan. Selain itu, dapat juga dipakai tempat lain yang dapat untuk menghamparkan pati basah.

7. Wadah


Wadah berfungsi sebagai alat untuk menyimpan atau wadah tepung tapioka yang dihasilkan dalam bentuk kering. Wadah dapat berupa plastik atau wadah yang lain. Wadah yang digunakan haruslah yang tidak mudah menyerap air agar tepung tapioka tidak mudah rusak atau berbau.

D. Bahan yang Digunakan


Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan tepung tapioka mudah didapatkan di berbagai tempat dan berapapun jumlahnya. Bahan-bahan tersebut, adalah sebagai berikut.

1. Ketela Pohon


Ketela pohon merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka. Yang dipilih adalah ketela pohon yang banyak mengandung serat. Umur ketela pohon yang .digunakan untuk pembuatan pati paling baik sekitar 16 bulan. Akan tetapi, saat ini sangat sulit untuk mendapatkan bahan tersebut karena ketela pohon biasanya-dipanen pada umur sekitar 12 bulan.

2. Air


Air dapat dibutuhkan dalam pembuatan tepung tapioka, yaitu sebagai bahan pengencer untuk bubur ketela pohon yang telah diparut. 

Sumur sebagai sumber air alternarif
Sumur sebagai sumber air alternarif

Tujuan pemberian air adalah agar larutan pati ketela pohon dapat dikeluarkan secara maksimal. Air yang digunakan haruslah air yang bersih agar kualitas pati yang dihasilkan baik.

Ketela dan Manfaatnya Sebagai Bahan Pembuatan Kue

Ketela pohon atau dikenal juga dengan nama singkong merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia. Di beberapa daerah, ketela pohon digunakan sebagai makanan pokok. Tanaman ini mula-mula berasal dari negara Brazil, Kemudian menyebar ke beberapa negara, termasuk di antaranya Indonesia.

Tanaman ketela pohon banyak ditanam oleh masyarakat di Indonesia Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan tidak perlu perawatan yang khusus (serius). Tanaman ini dapat tumbuh pada lahan yang kering dan kurang subur, serta tahan terhadap penyakit. 

Tanaman ketela pohon dapat dikatakan sebagai tanaman yang serba guna karena mulai dari daun, batang, hingga umbinya dapat dimanfaatkan. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai sayur-sayuran yang bergizi. Umbinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan, atau industri. Batang kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bibit, sedangkan yang kering dapat digunakan sebagai bahan bakar.

Ketela pohon dan bermacam-macam produk ketela pohon
Ketela pohon dan bermacam-macam produk ketela pohon

Ketela pohon dapat dimanfaatkan secara langsung, seperti direbus, digoreng, atau dibuat keripik. Disamping itu, ketela pohon juga bisa digunakan sebagai bahan pakan ternak. Misalnya, dibuat pelet (makanan ternak yang dibuat dari tepung singkong dan bahan-bahan lain penambah gizi atau nutrisi). Selain sebagai bahan pangan dan pakan, ketela juga dimanfaatkan sebagai bahan industri seperti industri, tekstil dan farmasi.

Akan tetapi, pemanfaatannya bagi industri biasanya sudah dilakukan proses tertentu, di antaranya adalah berbentuk tapioka (pati atau aci atau kanji).

Bahan Penggumpal Pembuatan Tahu

Tahu dibuat dengan cara menggumpalkan protein yang diperoleh dari kedele dengan mengggunakan zat penggumpal. Ada tiga jenis zat penggumpal tahu, yaitu asam cuka, manyon, dan batu tahu.

Dari ketiga jenis bahan penggumpal tersebut, asam cuka dan manyon adalah bahan yang paling banyak digunakan oleh para pembuat atau perajin tahu. Asam cuka lebih mudah diperoleh dan dibeli di pasar daripada batu tahu. 

Asam Cuka
Asam Cuka

Batu Tahu
Batu Tahu

Manyon dapat diperoleh pada waktu proses pembuatan tahu sedang berlangsung dengan cara menampung air tahu sebagai hasil pemisahan antara air tahu dan gumpalan tahu sebelum tahu dicetak.

Banyak perajin atau pembuat tahu tidak iagi menggunakan batu tahu karena di samping bahan itu sulit didapatkan, juga membawa resiko tinggi. Resiko yang terjadi adalah apabila penambahan batu tahu tidak tepat (berlebihan), tahu akan berasa pahit, dan tidak laku dijual.